Minggu, 15 April 2012

Kembalilah Untuk Pers


KEMBALILAH UNTUK PERS



Hangat, kesan inilah yang pertama kali saya tangkap dari kepengurusan LPM Jurnal Kampus. Satu langkah kaki berpijak di lingkungan Fakultas Ekonomi Unlam, satu hal pula yang cukup menarik perhatian saya . Itulah sekelompok orang dengan pakaian hitam-merah bertuliskan LPM Jurnal Kampus dibagian punggungnya. Sungguh, LPM Jurnal Kampus sangat memberi kesan yang baik dimata saya saat saya pertama kali masih mengamatinya dari kejauhan sebagai mahasiswa baru. Ditambah lagi saat masa perkenalan UKM-UKM di kampus saat masa P2B , LPM Jurnal Kampus adalah satu-satunya UKM yang promosinya menurut saya “nendang” banget .
Sekitar 1 minggu setelah P2B , tak pikir panjang lagi saya mendaftar di LPM Jurnal Kampus, yaaa... kesan akrab dan kekeluargaan sangat terasa saat awal-awal saya membangun “hidup” saya dalam salah satu UKM terbaik ini. Para pengurusnya mampu dengan baik dan ramah membimbing kami dalam mempelajari seluk-beluk apa saja yang akan kami lakukan kelak di LPM ini. Tak ada yang lebih menyenangkan selain menghabiskan waktu bersama para pengurus dan sharing hal-hal apa yang dirasa mampu diangkat menjadi topik berita yang menarik untuk para pembaca . Seingat saya, job pertama yang saya dapat saat pertama kali bergabung di Jurnal Kampus adalah mengurus berita untuk Kampusiana. Bagi mahasiswa baru yang awam akan media dan pers dalam lingkup regional Banjarmasin, mengurus Kampusiana yang diterbitkan untuk harian Banjarmasin Post bagaikan mendapat durian runtuh, bagaimana tidak, disamping kami dapat memberi informasi dan menghibur pembaca lewat berita “renyah” yang kami sajikan, kami juga sangat bangga tulisan kami dimuat di koran yang cukup terkemuka di Banjarmasin.
Namun, saya rasa kehangatan dan kekeluargaan JK sekarang mulai terkikis oleh waktu, dalam beberapa minggu ini saja saya merasa kurang dapat lagi greget “pers” yang diagung-agungkan LPM Jurnal Kampus selama ini. Jurnal Kampus sekarang banyak fokus terhadap acara eksternal bukan lagi pada media yang seharusnya menjadi alat pemersatu internal ini. Tak ada yang salah dalam mengadakan acara-acara besar, namun sebaiknya kita tak perlu terlalu memprioritaskan dalam mengadakan acara-acara besar. Pers adalah tujuan utama kita, acara-acara hanya bagian dari bumbu pemanis LPM Jurnal Kampus.
Satu hal yang membuat saya miris, kemana kah semangat menulis teman-teman JK sekarang? Untuk berhadir dalam diskusi santai membahas lingkup Jurnal Kampus yang sering diadakan Bidang Produksi sendiri saja banyak teman-teman yang tidak dapat berhadir, bisa dihitung dengan jari teman-teman yang dapat hadir dalam diskusi ini. Apakah diskusi ini dianggap sangat membosankan sehingga peminatnya kurang? atau karena mereka terlalu sibuk? Tak ada yang patut disalahkan untuk hal ini, tapi yang penting untuk dipikirkan adalah bagaimana membangun JK kembali menjadi LPM yang eksis di kampus kita ini dengan lebih banyak memberi informasi berita terupdate kepada para mahasiswa. Tentu donk harus ada keterlibatan segenap teman-teman pengurus dalam memberi ide untuk berita.
Satu hal teman-teman JK semua, Pers yang menyatukan kita disini, kita seharusnya tidak usah sungkan untuk terus menulis dan menulis. Saya yakin banyak teman-teman yang meragukan bagus tidaknya berita atau opini yang mereka tulis, justru inilah fungsi Jurnal Kampus. Kalau semua anggotanya sudah ahli menulis berita , untuk apa lagi keberadaan Jurnal Kampus untuk membantu merangsang kita semua pandai menulis ?
            Di JK kita sama-sama belajar, kita sama-sama saling berbagi ilmu juga. Cintailah LPM kita ini, semangatlah untuk memajukan LPM kita ini . Kita tak perlu menjadi sempurna untuk menjadikan JK eksis dan maju, tapi sebuah keunikan, yakni PERS itu sendiri yang membuat kita ada. Show how unique we are ! It is better than extremely be perfect.

By : Astia Putriana
S-1 Akuntansi
LPM  Jurnal Kampus FE Unlam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar